RAHASIA MAA DALAM MELOLOSKAN BELASAN MAHASANTRI KE SAUDI ARABIA

Sebagaimana disampaikan sebelumnya bahwa belasan mahasantri MAA (Ma’had Aly Al-Aimmah) Malang telah dinyatakan diterima untuk melanjutkan studi S-1 di Saudi Arabia, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Maka disini akan dibahas tentang rahasia yang dimiliki MAA.
Alhamdulillah alladzi bini’matihi tatimmus sholihat, Allah berikan nikmat kepada MAA yang mungkin tidak Allah berikan kepada yang lain. Nikmat tersebut adalah nikmat berupa Mudir yang masya Allah luar biasa. Walaa nuzakki ‘alallhi ahad. Beliau memiliki perhatian yang MasyaAllah terhadap ilmu, dakwah dan pendidikan. Beliau curahkan waktu siang dan malam untuk melaksanakannya. Beliau adalah Dr. KH. Agus Hasan Bashori Lc., M.Ag.
Atas apa yang telah beliau curahkan dalam membela agama Islam ini, Allah bukakan bagi beliau jalan untuk bisa mengenal para ulama di berbagai penjuru dunia. Maka dengan banyaknya koneksi dengan para ulama ini, semakin banyak pula kesempatan untuk mengembangkan ilmu. Beliau sendiri telah memiliki ribuan guru bersanad dalam meriwayatkan berbagai kitab dari para ulama.
Diantara guru-guru belia ini, ada yang bisa memberikan rekomendasi atau tazkiyah agar mahasantri yang didaftarkan bisa diterima untuk belajar dan mendapatkan beasiswa. Diantaranya yang pertama adalah Dr. Abdullah Al-Udhaid, salah satu dosen senior di Universitas Malik Khalid Abha. Saat pertama kali dibuka kesempatan beasiswa mahasiswa dari Indonesia, beliau datang ke Malang dan meminta agar Dr. KH. Agus Hasan Bashori mengirimkan mahasantri untuk belajar ke Abha. Alhamdulillah pada kesempatan pertama beliau memberi kuota 15 mahasantri.
Pada kesempatan berikutnya, tepatnya tahun 2017, 4 orang Syaikh dari Biro Beasiswa Mahasiswa Asing langsung datang datang ke MAA untuk melakukan muqobalah. Dan pada saat itu kuota yang diberikan adalah sebanyak 30 mahasiswa. Selesai sesi muqobalah, kepala biro menyatakan kepada Mudir Tanfidzi MAA, Dr. Abu Sholih Harno bahwa insya Allah tahun depan kuota ditambah menjadi 50 atau 60 mahasiswa. Akan tetapi qaddarullah wama sya’a fa’al, terjadi pandemi covid dan muqobalah ditiadakan.
Pasca covid, kembali dilakukan penerimaan mahasiswa baru di Saudi Arabia pada tahun 2023. Dan Alhamdulillah mahasiswa yang dinyatakan diterima pada seleksi 2017 bisa berangkat pada tahun tersebut. Kemudian pada tahun 2024, ada perubahan sistem, sehingga mahasiswa yang dinyatakan diterima pada tahun tersebut gagal berangkat. Dan Alhamdulillah pada tahun 2025 ini, banyak mahasantri MAA yang dinyatakan diterima dan sudah menerima calling visa.
Semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan kepada kita semua. Aamiin.




