Hari-2 Relawan Ma’had Aliy Al-Aimmah Malang di Lokasi Erupsi Semeru 2025: Kerja Total dari Pagi hingga Sore

Lumajang — Kegiatan kemanusiaan relawan Ma’had Aly Al-Aimmah Malang dalam membantu korban erupsi Gunung Semeru memasuki hari kedua pada Minggu, 30 November 2025. Sejak pukul 06.00 pagi, seluruh tim telah bergerak menuju titik-titik pembersihan untuk melanjutkan kerja bakti yang dilakukan di kawasan Pertanian Sriti, Deker, Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur.
Kerja Terstruktur Sejak Pagi
Pada hari kedua, aktivitas relawan berlangsung lebih teratur dibanding hari sebelumnya. Setiap tim menjalankan tugas masing-masing sesuai arahan koordinator lapangan. Mereka bekerja dari pagi hingga sore, membersihkan rumah warga, merapikan akses jalan, hingga membantu membuka kembali sumur yang tertutup material vulkanik.
Kejadian Unik Mewarnai Perjalanan
Perjalanan menuju lokasi pembersihan kembali dilakukan menggunakan truk besar. Para santri yang berada di atas truk memiliki kebiasaan menyapa setiap warga atau kendaraan yang berpapasan. Namun sebuah insiden lucu terjadi ketika mereka dengan lantang menyapa mobil yang dikira milik seorang ibu-ibu. Tidak disangka, tepat di belakang mobil tersebut ternyata ada Ustadz Dr. Abu Sholih yang sedang mengendarai sepeda motor. Menyadari hal itu, seluruh relawan di atas truk mendadak terdiam dan kemudian tertawa malu.
Suasana Lapangan: Kompak, Ceria, dan Penuh Dinamika
Di Tim Pertama, yang bertugas membersihkan rumah dan jalan, suasana kerja dipenuhi kekompakan dan keceriaan. Salah satu anggota tim bahkan disemprot menggunakan air bertekanan tinggi oleh rekannya untuk membangunkannya dari tidur singkatnya. Di lokasi lain, seorang relawan menemukan tumpukan mangkuk bakso yang tertimbun lumpur. Salah satu anggota tim, Ray, berseloroh, “Semoga pentolnya masih aman… masih bisa ditemukan dan dimakan,” membuat suasana kerja semakin cair dan penuh tawa di tengah kelelahan.
Penutup Hari Kedua
Kegiatan hari kedua ditutup dengan rasa lelah yang bercampur dengan kepuasan dan syukur. Para relawan merasa senang karena dapat kembali melayani masyarakat terdampak bencana, sekaligus menghadirkan kehangatan dan keringanan di tengah musibah yang dialami warga.
Kesan dan Pesan Para Relawan
Kesan
“Kegiatan ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Para relawan melihat langsung beratnya ujian warga pasca-erupsi, namun di saat yang sama merasakan hangatnya kebersamaan dalam membantu. Walaupun perjalanan melelahkan dan penuh drama mabuk truk, semuanya terbayar ketika melihat senyum warga serta lingkungan yang mulai pulih.”
Pesan
“Semoga kegiatan ini menjadi pelajaran tentang pentingnya keikhlasan, kepedulian, dan kerja sama. Para mahasantri diharapkan dapat terus menjaga semangat kemanusiaan dan siap kembali mengabdi ketika umat membutuhkan. Pengalaman ini diharapkan menjadi penguat iman bahwa membantu sesama adalah salah satu amal terbesar di sisi Allah.”
Ditulis oleh Singgasana Raya, mahasantri kelas 3 I’dad Du’at asal Tuban Jawa Timur






